Sabtu, 06 September 2014

Misteri Fosil Dadu

Masih ada sangkut pautnya nih sama penemuan mata buatan berusia 4.800 thn di pusat penggalian situs purbakala Burnt City,Iran.Kali ini para Tim Arkeolog berhasil menemukan permainan dadu tertua di dunia berusia 5000 thn di tempat yang sama.
Menurut mereka,temuan baru tsb sekaligus telah memecahkan rekor temuan permainan dadu tertua sebelumnya yang berhasil ditemukan di Wilayah Guangdong, China(2004). Pada penggalian sebelumnya di reruntuhan peradaban Mesopotamia, permainan dadu juga sempat ditemukan,namun usianya jauh lebih muda 200 thn dari yang ini. Selain itu, sebuah kotak persegi panjang yang terbuat dari semacam kayu pirus ditemukan bersamaan dengan penemuan permainan dadu tsb.Namun sayang, kotak yang disinyalir merupakan papan permainannya itu telah hancur terkikis,namun masih bisa sedikit diidentifikasi. Kira-kira terdapat 20 lubang kecil berjejer pada kotak tsb dengan hiasan ukiran ular ditiap sudutnya. (mirip ular tangga kah? tapi kok pake lobang-lobang segala?) Dari penemuan ini, Para Arkeolog dapat menarik kesimpulan, mungkin permainan dadu memang berasal dari daerah Mesopotamia, yang kemudian tersebar ke wilayah timur, terutama ke China dan Jepang.
Pulau Cocos di costa Rica merupakan salah satu pulau tropis yang khas dengan dua teluk di utara, Wafer Bay dan Chatham Bay yang terbagi atas beberapa bukit serta pelabuhan yang aman. Pulau Cocos juga terkenal dengan banyaknya air tejun yang curam yang beberapa diantaranya memiliki tinggi lebih dari 200 meter. article 2183941 14688B88000005DC 571 640x9251 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Seorang arkeolog,Jacques Cousteau mengatakan bahwa 13 tahun yang lalu Pulau Cocos adalah Pulau yang paling indah di dunia. Pulau Cocos merupakan salah satu pulau yang dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi kebanyakan bajak laut. Tempat ini juga disebut-sebut sebagai tempat penyimpanan harta karun hasil jarahan bajak laut. Sebuah kisah menyatakan bahwa harta terkaya di Dunia masih tersimpan di pulau ini. Kabarnya tak hanya milik sekelompok bajak laut, namun ada 2 kelompok bajak laut yang hartanya paling besar dan masih terkubur di Pulau Cocos. Seperti yang diceritakan, harta karun pertama adalah milik bajak laut yang bernama Benito Bonito yang sudah mengarungi pantai pasifik. Dan yang kedua adalah milik Kapten Thompson pada tahun 1821. Awalnya harta karun milik Thompson disimpan oleh bangsa Spanyol di Lima, kini Kota Peru. Ketika Revolusi pecah, Jose de Lerna meminta Thompson untuk memindahkan harta beharga tersebut tersebut ke koloni Spanyol yang ada di Meksiko. Seolah berkhianat, kapten Thompson membunuh enam suruhan Raja Jose de Lerna dan melarikan harta tersebut ke Pulau Cocos. article 2183941 14655D5A000005DC 253 308x425 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Banyak pemburu harta karun yang telah berkumpul di Pulau Cocos untuk memcahkan misteri harta tersembunyi milik Thompson. Beberapa pemburu yang paling terkenal adalah Sir Malcolm Campbell, Julius Fleischman serta James A. Forbes. Namun kabarnya tak satupun dari mereka yang cukup beruntung menemukan harta karun tersebut. Dengan mengerahkan kemampuan teknologi abad 21, seorang Insinyur asal Inggris berharap dapat menemukan harta karun hasil jarahan kapten Thompson tersebut. Sebuah tim yang di kepalai Insyinyur yang bernama Shaun Whitehead tersebut yakin dapat menemukan tempat dari harta karun yang diperkirakan mencapai 160 juta Pound Sterling atau sekitar Rp 2,3 T. Rencananya tim ini akan menggunakan helikopter mini tanpa awak dengan di lengkapi kamera untuk terbang mengelilingi pulau seluas sembilan mil persegi itu, untuk membuat peta 3D lanskap dengan bantuan komputer. Setelah itu, Tim ini akan mengeluarkan robot ular untuk merayap di sejumlah titik yang telah ditentukan yang berguna untuk mendeteksi rongga hingga kedalaman 60 kaki atau 18,2 meter. Info yang didapat dari robot ular kemudian akan disatukan pada peta yang dihasilkan helikopter mini sebelumnya. Tak hanya sampai disitu, Tim ini juga akan mengirimkan bor yang akan melubangi setiap titik yang yang berpotensi menjadi lokasi penguburan harta karun. Lalu setah setiap titik berhasil di lubangi, kamera selebar 1 inch menyusul dikirim, untuk bertindak sebagai mata dalam pencarian di bawah tanah itu.

Read more at http://uniqpost.com/44880/misteri-harta-karun-senilai-rp23-t-di-pulau-cocos-costa-rica/
Pulau Cocos di costa Rica merupakan salah satu pulau tropis yang khas dengan dua teluk di utara, Wafer Bay dan Chatham Bay yang terbagi atas beberapa bukit serta pelabuhan yang aman. Pulau Cocos juga terkenal dengan banyaknya air tejun yang curam yang beberapa diantaranya memiliki tinggi lebih dari 200 meter. article 2183941 14688B88000005DC 571 640x9251 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Seorang arkeolog,Jacques Cousteau mengatakan bahwa 13 tahun yang lalu Pulau Cocos adalah Pulau yang paling indah di dunia. Pulau Cocos merupakan salah satu pulau yang dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi kebanyakan bajak laut. Tempat ini juga disebut-sebut sebagai tempat penyimpanan harta karun hasil jarahan bajak laut. Sebuah kisah menyatakan bahwa harta terkaya di Dunia masih tersimpan di pulau ini. Kabarnya tak hanya milik sekelompok bajak laut, namun ada 2 kelompok bajak laut yang hartanya paling besar dan masih terkubur di Pulau Cocos. Seperti yang diceritakan, harta karun pertama adalah milik bajak laut yang bernama Benito Bonito yang sudah mengarungi pantai pasifik. Dan yang kedua adalah milik Kapten Thompson pada tahun 1821. Awalnya harta karun milik Thompson disimpan oleh bangsa Spanyol di Lima, kini Kota Peru. Ketika Revolusi pecah, Jose de Lerna meminta Thompson untuk memindahkan harta beharga tersebut tersebut ke koloni Spanyol yang ada di Meksiko. Seolah berkhianat, kapten Thompson membunuh enam suruhan Raja Jose de Lerna dan melarikan harta tersebut ke Pulau Cocos. article 2183941 14655D5A000005DC 253 308x425 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Banyak pemburu harta karun yang telah berkumpul di Pulau Cocos untuk memcahkan misteri harta tersembunyi milik Thompson. Beberapa pemburu yang paling terkenal adalah Sir Malcolm Campbell, Julius Fleischman serta James A. Forbes. Namun kabarnya tak satupun dari mereka yang cukup beruntung menemukan harta karun tersebut. Dengan mengerahkan kemampuan teknologi abad 21, seorang Insinyur asal Inggris berharap dapat menemukan harta karun hasil jarahan kapten Thompson tersebut. Sebuah tim yang di kepalai Insyinyur yang bernama Shaun Whitehead tersebut yakin dapat menemukan tempat dari harta karun yang diperkirakan mencapai 160 juta Pound Sterling atau sekitar Rp 2,3 T. Rencananya tim ini akan menggunakan helikopter mini tanpa awak dengan di lengkapi kamera untuk terbang mengelilingi pulau seluas sembilan mil persegi itu, untuk membuat peta 3D lanskap dengan bantuan komputer. Setelah itu, Tim ini akan mengeluarkan robot ular untuk merayap di sejumlah titik yang telah ditentukan yang berguna untuk mendeteksi rongga hingga kedalaman 60 kaki atau 18,2 meter. Info yang didapat dari robot ular kemudian akan disatukan pada peta yang dihasilkan helikopter mini sebelumnya. Tak hanya sampai disitu, Tim ini juga akan mengirimkan bor yang akan melubangi setiap titik yang yang berpotensi menjadi lokasi penguburan harta karun. Lalu setah setiap titik berhasil di lubangi, kamera selebar 1 inch menyusul dikirim, untuk bertindak sebagai mata dalam pencarian di bawah tanah itu.

Read more at http://uniqpost.com/44880/misteri-harta-karun-senilai-rp23-t-di-pulau-cocos-costa-rica/
Pulau Cocos di costa Rica merupakan salah satu pulau tropis yang khas dengan dua teluk di utara, Wafer Bay dan Chatham Bay yang terbagi atas beberapa bukit serta pelabuhan yang aman. Pulau Cocos juga terkenal dengan banyaknya air tejun yang curam yang beberapa diantaranya memiliki tinggi lebih dari 200 meter. article 2183941 14688B88000005DC 571 640x9251 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Seorang arkeolog,Jacques Cousteau mengatakan bahwa 13 tahun yang lalu Pulau Cocos adalah Pulau yang paling indah di dunia. Pulau Cocos merupakan salah satu pulau yang dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi kebanyakan bajak laut. Tempat ini juga disebut-sebut sebagai tempat penyimpanan harta karun hasil jarahan bajak laut. Sebuah kisah menyatakan bahwa harta terkaya di Dunia masih tersimpan di pulau ini. Kabarnya tak hanya milik sekelompok bajak laut, namun ada 2 kelompok bajak laut yang hartanya paling besar dan masih terkubur di Pulau Cocos. Seperti yang diceritakan, harta karun pertama adalah milik bajak laut yang bernama Benito Bonito yang sudah mengarungi pantai pasifik. Dan yang kedua adalah milik Kapten Thompson pada tahun 1821. Awalnya harta karun milik Thompson disimpan oleh bangsa Spanyol di Lima, kini Kota Peru. Ketika Revolusi pecah, Jose de Lerna meminta Thompson untuk memindahkan harta beharga tersebut tersebut ke koloni Spanyol yang ada di Meksiko. Seolah berkhianat, kapten Thompson membunuh enam suruhan Raja Jose de Lerna dan melarikan harta tersebut ke Pulau Cocos. article 2183941 14655D5A000005DC 253 308x425 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Banyak pemburu harta karun yang telah berkumpul di Pulau Cocos untuk memcahkan misteri harta tersembunyi milik Thompson. Beberapa pemburu yang paling terkenal adalah Sir Malcolm Campbell, Julius Fleischman serta James A. Forbes. Namun kabarnya tak satupun dari mereka yang cukup beruntung menemukan harta karun tersebut. Dengan mengerahkan kemampuan teknologi abad 21, seorang Insinyur asal Inggris berharap dapat menemukan harta karun hasil jarahan kapten Thompson tersebut. Sebuah tim yang di kepalai Insyinyur yang bernama Shaun Whitehead tersebut yakin dapat menemukan tempat dari harta karun yang diperkirakan mencapai 160 juta Pound Sterling atau sekitar Rp 2,3 T. Rencananya tim ini akan menggunakan helikopter mini tanpa awak dengan di lengkapi kamera untuk terbang mengelilingi pulau seluas sembilan mil persegi itu, untuk membuat peta 3D lanskap dengan bantuan komputer. Setelah itu, Tim ini akan mengeluarkan robot ular untuk merayap di sejumlah titik yang telah ditentukan yang berguna untuk mendeteksi rongga hingga kedalaman 60 kaki atau 18,2 meter. Info yang didapat dari robot ular kemudian akan disatukan pada peta yang dihasilkan helikopter mini sebelumnya. Tak hanya sampai disitu, Tim ini juga akan mengirimkan bor yang akan melubangi setiap titik yang yang berpotensi menjadi lokasi penguburan harta karun. Lalu setah setiap titik berhasil di lubangi, kamera selebar 1 inch menyusul dikirim, untuk bertindak sebagai mata dalam pencarian di bawah tanah itu.

Read more at http://uniqpost.com/44880/misteri-harta-karun-senilai-rp23-t-di-pulau-cocos-costa-rica/
Pulau Cocos di costa Rica merupakan salah satu pulau tropis yang khas dengan dua teluk di utara, Wafer Bay dan Chatham Bay yang terbagi atas beberapa bukit serta pelabuhan yang aman. Pulau Cocos juga terkenal dengan banyaknya air tejun yang curam yang beberapa diantaranya memiliki tinggi lebih dari 200 meter. article 2183941 14688B88000005DC 571 640x9251 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Seorang arkeolog,Jacques Cousteau mengatakan bahwa 13 tahun yang lalu Pulau Cocos adalah Pulau yang paling indah di dunia. Pulau Cocos merupakan salah satu pulau yang dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi kebanyakan bajak laut. Tempat ini juga disebut-sebut sebagai tempat penyimpanan harta karun hasil jarahan bajak laut. Sebuah kisah menyatakan bahwa harta terkaya di Dunia masih tersimpan di pulau ini. Kabarnya tak hanya milik sekelompok bajak laut, namun ada 2 kelompok bajak laut yang hartanya paling besar dan masih terkubur di Pulau Cocos. Seperti yang diceritakan, harta karun pertama adalah milik bajak laut yang bernama Benito Bonito yang sudah mengarungi pantai pasifik. Dan yang kedua adalah milik Kapten Thompson pada tahun 1821. Awalnya harta karun milik Thompson disimpan oleh bangsa Spanyol di Lima, kini Kota Peru. Ketika Revolusi pecah, Jose de Lerna meminta Thompson untuk memindahkan harta beharga tersebut tersebut ke koloni Spanyol yang ada di Meksiko. Seolah berkhianat, kapten Thompson membunuh enam suruhan Raja Jose de Lerna dan melarikan harta tersebut ke Pulau Cocos. article 2183941 14655D5A000005DC 253 308x425 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Banyak pemburu harta karun yang telah berkumpul di Pulau Cocos untuk memcahkan misteri harta tersembunyi milik Thompson. Beberapa pemburu yang paling terkenal adalah Sir Malcolm Campbell, Julius Fleischman serta James A. Forbes. Namun kabarnya tak satupun dari mereka yang cukup beruntung menemukan harta karun tersebut. Dengan mengerahkan kemampuan teknologi abad 21, seorang Insinyur asal Inggris berharap dapat menemukan harta karun hasil jarahan kapten Thompson tersebut. Sebuah tim yang di kepalai Insyinyur yang bernama Shaun Whitehead tersebut yakin dapat menemukan tempat dari harta karun yang diperkirakan mencapai 160 juta Pound Sterling atau sekitar Rp 2,3 T. Rencananya tim ini akan menggunakan helikopter mini tanpa awak dengan di lengkapi kamera untuk terbang mengelilingi pulau seluas sembilan mil persegi itu, untuk membuat peta 3D lanskap dengan bantuan komputer. Setelah itu, Tim ini akan mengeluarkan robot ular untuk merayap di sejumlah titik yang telah ditentukan yang berguna untuk mendeteksi rongga hingga kedalaman 60 kaki atau 18,2 meter. Info yang didapat dari robot ular kemudian akan disatukan pada peta yang dihasilkan helikopter mini sebelumnya. Tak hanya sampai disitu, Tim ini juga akan mengirimkan bor yang akan melubangi setiap titik yang yang berpotensi menjadi lokasi penguburan harta karun. Lalu setah setiap titik berhasil di lubangi, kamera selebar 1 inch menyusul dikirim, untuk bertindak sebagai mata dalam pencarian di bawah tanah itu.

Read more at http://uniqpost.com/44880/misteri-harta-karun-senilai-rp23-t-di-pulau-cocos-costa-rica/
Pulau Cocos di costa Rica merupakan salah satu pulau tropis yang khas dengan dua teluk di utara, Wafer Bay dan Chatham Bay yang terbagi atas beberapa bukit serta pelabuhan yang aman. Pulau Cocos juga terkenal dengan banyaknya air tejun yang curam yang beberapa diantaranya memiliki tinggi lebih dari 200 meter. article 2183941 14688B88000005DC 571 640x9251 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Seorang arkeolog,Jacques Cousteau mengatakan bahwa 13 tahun yang lalu Pulau Cocos adalah Pulau yang paling indah di dunia. Pulau Cocos merupakan salah satu pulau yang dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi kebanyakan bajak laut. Tempat ini juga disebut-sebut sebagai tempat penyimpanan harta karun hasil jarahan bajak laut. Sebuah kisah menyatakan bahwa harta terkaya di Dunia masih tersimpan di pulau ini. Kabarnya tak hanya milik sekelompok bajak laut, namun ada 2 kelompok bajak laut yang hartanya paling besar dan masih terkubur di Pulau Cocos. Seperti yang diceritakan, harta karun pertama adalah milik bajak laut yang bernama Benito Bonito yang sudah mengarungi pantai pasifik. Dan yang kedua adalah milik Kapten Thompson pada tahun 1821. Awalnya harta karun milik Thompson disimpan oleh bangsa Spanyol di Lima, kini Kota Peru. Ketika Revolusi pecah, Jose de Lerna meminta Thompson untuk memindahkan harta beharga tersebut tersebut ke koloni Spanyol yang ada di Meksiko. Seolah berkhianat, kapten Thompson membunuh enam suruhan Raja Jose de Lerna dan melarikan harta tersebut ke Pulau Cocos. article 2183941 14655D5A000005DC 253 308x425 Misteri Harta Karun Senilai Rp2,3 T di Pulau Cocos, Costa Rica Banyak pemburu harta karun yang telah berkumpul di Pulau Cocos untuk memcahkan misteri harta tersembunyi milik Thompson. Beberapa pemburu yang paling terkenal adalah Sir Malcolm Campbell, Julius Fleischman serta James A. Forbes. Namun kabarnya tak satupun dari mereka yang cukup beruntung menemukan harta karun tersebut. Dengan mengerahkan kemampuan teknologi abad 21, seorang Insinyur asal Inggris berharap dapat menemukan harta karun hasil jarahan kapten Thompson tersebut. Sebuah tim yang di kepalai Insyinyur yang bernama Shaun Whitehead tersebut yakin dapat menemukan tempat dari harta karun yang diperkirakan mencapai 160 juta Pound Sterling atau sekitar Rp 2,3 T. Rencananya tim ini akan menggunakan helikopter mini tanpa awak dengan di lengkapi kamera untuk terbang mengelilingi pulau seluas sembilan mil persegi itu, untuk membuat peta 3D lanskap dengan bantuan komputer. Setelah itu, Tim ini akan mengeluarkan robot ular untuk merayap di sejumlah titik yang telah ditentukan yang berguna untuk mendeteksi rongga hingga kedalaman 60 kaki atau 18,2 meter. Info yang didapat dari robot ular kemudian akan disatukan pada peta yang dihasilkan helikopter mini sebelumnya. Tak hanya sampai disitu, Tim ini juga akan mengirimkan bor yang akan melubangi setiap titik yang yang berpotensi menjadi lokasi penguburan harta karun. Lalu setah setiap titik berhasil di lubangi, kamera selebar 1 inch menyusul dikirim, untuk bertindak sebagai mata dalam pencarian di bawah tanah itu.

Read more at http://uniqpost.com/44880/misteri-harta-karun-senilai-rp23-t-di-pulau-cocos-costa-rica/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar